• histologi vet II.kardiovaskular

    0
    KARDIOVASKULAR
    Kata kardiovaskular berasal dari awalan cardi(o) yaitu bentuk gabung yang menunjukkan hubungan dengan jantung atau dengan orificium cardiac atau bagian lambung dan kata vascular yang berarti berkenaan dengan pembuluh, khususnya pembuluh darah; disebut juga vassal, atau berarti yang mempunyai pasokan darah yang kaya.
    Sistem kardiovaskuler sering disebut sebagai sistem vaskuler darah. Sistem vaskuler darah ini berfungsi untuk menyebarkan oksigen, bahan nutrisi, antibody dan hormon ke seluruh jaringan tubuh serta mengumpulkan karbon dioksida dan produk limbah metabolik lain untuk dikeluarkan melalui organ ekskretoris.
    Sistem vaskuler darah terdiri dari jantung (cor) sebagai pompa berotot dan dua sistem pembuluh. Sistem pembuluh ini terdiri dari sirkulasi pulmoner, membawa darah ke dan dari paru-paru; dan sirkulasi sistemik (sirkulasi perifer), membagi darah ke jaringan dan organ tubuh yang lain. Pada keduanya, darah yang dipompa dari jantung berturut-turut melalui arteri besar, arteri dengan diameter makin kecil, sampai pada jaringan kapiler, kemudian kembali ke jantung melalui vena kecil, kemudian ke vena dengan diameter makin besar.
    Pada beberapa organ tubuh anyaman kapiler darah debarengi oleh anyaman kapiler limfe. Peredaran limfe melalui pembuluh limfe yang menampung limfe dari celah-celah jaringan kemudian diangkut menuju jantung.

    ARTERI
    Darah diangkut dari jantung ke kapiler dalam jaringan oleh arteri. Susunan dasar dinding semua arteri serupa karena memiliki tiga lapis konsentris yaitu:
    Tunica intima, lapis dalam, berupa tabung endotel terdiri atas sel-sel gepeng dengan sumbu panjang teroriantasi memanjang.
    Tunica media, lapis tengah, terutama terdiri atas sel-sel otot polos yang teroriantasi melingkar. Tunica media merupakan lapisan yang paling tebal sehingga menentukan karakter arteri.
    Tunica adventitia, lapis luar, terdiri atas fibroblas dan serat kolagen terkait, yang sebagian besar terorientasi memanjang. Tunica adventitia berangsur menyatu dengan jaringan ikat longgar sekitar pembuluh.
    Antara tunica intima dan tunica media dibatasi oleh membrana elastica interna (lamina elastica interna) yang terutama berkembang baik pada arteri sedang. Sedangkan antara tunica media dan tunica adventitia dibatasi oleh membrana elastica externa (lamina elastica externa) yang lebih tipis.
    Dalam perjalanannya arteri bercabang-cabang dan ukurannya semakin kecil. Berdasarkan ukurannya, komponen pembentuk dinding dan fungsi arteri dibedakan menjadi:
    Arteri besar, arteri elastis, arteri konduksi, atau arteri penghubung.
    Arteri sedang, arteri muscular, atau arteri distribusi.
    Arteri kecil atau arteriol.

    Arteri Besar
    Arteri besar contohnya yaitu arteri pulmoner dan aorta, brakiosefalik, arteri subclavia, arteri carotis communis, dan iliaca communis. Arteri besar memiliki dinding dengan banyak lapis elastin berfenestra (bertingkap) pada tunica medianya. Dindingnya tampak kuning dalam keadaan segar akibat banyanya elastin. Pembuluh konduksi utama ini direnggangkan selama jantung berkontraksi (sistol), dan penguncupan akibat kelenturan dindingnya selama diastol berfungsi sebagai pompa tambahan untuk mempertahankan aliran agar tetap meskipun jantung berhenti berdenyut sesaat. Dindingnya sangat kuat, tetapi kalau dibandingkan dengan besarnya relatif lebih tipis dari arteri sedang.
    Tunica intima
    Pada orang dewasa tebalnya sekitar 127 mikron. Tunica intima ini terdiri atas endotel yang berbentuk polygonal, dengan panjang 25-50 mm dan lebar 10-15 mm, sumbu panjangnya terorientasi memanjang. Di bawah sel-sel endotel ini terdapat anyaman serabut-serabut kolagen dengan sel-sel otot polos berbentuk kumparan. Lebih ke dalam, terdapat banyak serabut-serabut elastis yang bercabang saling berhubungan. Di antaranya terdapat beberapa serabut kolagen, fibroblas, dan berkas-berkas kecil otot polos.

    Tunica media
    Terdiri atas banyak serabut elastin konsentris dengan fenestra yang berselang-seling dengan lapis tipis terdiri atas sel-sel otot polos terorientasi melingkar, dan serat-serat kolagen elastin dalam proteoglikan matriks ekstrasel. Ketebalannya sekitar 2-5m. Karena banyaknya elastin dalam arteri besar, maka otot polos relatif sedikit pada tunica media.

    Tunica adventitia
    Relatif tipis dan terdiri atas fibroblas, berkas memanjang serat kolagen, dan anyaman longgar serat elastin halus.

    Dinding arteri besar terlalu tebal sehingga memiliki microvaskulator sendiri yang disebut vasa vasorum, untuk mendapat nutrisi dari lumen. Vasa vasorum tersebar di permukaan pembuluh membentuk anyaman dalam tunica adventitia dari mana kapiler-kapiler menerobos sampai ke dalam tunica media. Untuk lapisan dalam yang tidak tercakup oleh kapiler tersebut, nutrisi diterima langsung secara difusi dari lumen. Akibat kondisi-kondisi tersebut maka dinding arteri lebih mudah mengalami degenerasi dibandingkan jaringan lain dalam tubuh.

    Arteri Sedang
    Arteri sedang ini merupakan arteri yang paling banyak dari sistem arteri. Mencakup arteri branchial, arteri femoral, arteri radial, dan arteri poplitea dan cabang-cabangnya. Ukuran cabangnya sampai sekecil 0,5 mm. Bersifat kurang elastin dan lebih banyak otot polosnya.

    Tunica intima
    Tunica intimanya lebih tipis daripada arteri besar namun sama susunannya. Umumnya dikatakan endotel menempel langsung pada membrana elastica interna. Pada percabangan arteri coronaria terdapat penebalan tunica intima yang disebut “musculo elastic cushion”. Dalam tunica intima terdapat monosit yang dapat berubah menjadi fibroblas atau makrofag.


    Tunica media
    Membrana elastica interna tampak berkelok-kelok karena kontraksinya otot-otot polos di tunica media sebelum pembuatan sediaan. Terdiri atas lapisan otot polos yang tersusun konsentris. Di sebelah luar terdapat membrana elastica eksterna yang lebih tipis dari membrana elastica interna.

    Tunica adventitia
    Terkadang lebih tebal dari tunica media dan mengandung fibroblas, berkas-berkas kolagen yang tersusun memanjang.



    Arteri kecil
    Arteri kecil atau arteriol merupakan segmen sirkulasi yang secara fisiologis penting karena merupakan unsure utama tahanan perifer terhadap aliran yang mengatur tekanan darah. Mempunyai diameter antara 200 mm sampai 40 mm.

    Tunica intima
    Terdiri atas endotel utuh yang menempel langsung pada membrana elastica interna dan lapis subendotel ysng sangat tipis terdiri atas serat retikuler dan elastin.

    Tunica media
    Terdiri atas susunan sel-sel otot polos yang konsentris. Pada arteriol yang besar kadang-kadang terdapat membrana elastica eksterna tipis.

    Tunica adventitia
    Merupakan lapisan yang sangat tipis. Tersusun dari serat kolagen dan sedikit fibroblas. Pada pembuluh daerah peralihan antara arteriol dan kapiler disebut metarteriol, otot polos tidak membentuk lapis utuh, namun sel-sel otot polos, yang melingkari tabung endotel seluruhnya, terpisah satu dari lainnya.

    Bentuk peralihan dan tipe khusus arteri
    Arteri sedang dengan struktur dinding arteri besar
    • Arteri poplitea: lanjutan ke distal dari arteri femoralis
    • Arteri tibialis

    Arteri besar dengan struktur arteri tipe muscular (sedang)
    • Arteri iliaca externa

    Daerah peralihan antara arteri elastis dan muscular kadang-kadang disebut arteri tipe campuran
    • Arteri carotis eksterna
    • Arteri axillaries
    • Arteri iliaca communis

    Arteri tipe elastis atau arteri tipe campuran yang tiba-tiba menjadi arteri tipe muscular dan terjadilah daerah peralihan pendek. Daerah ini disebut arteri tipe hybrid. Dindingnya memiliki tunica media yang terdiri atas dua lapisan, sebelah dalam muscular dan sebelah luar elastis.

    • Arteri visceralis yang mulai dari aorta abdominalis
    Arteri yang terdapat pada tengkorak, mempunyai membrana elastica interna tebal
    Arteri umbilicalis, tunica intima hanya terdiri dari endotel sedangkan membrana elastica interna tidak ada. Tunica media mengandung sadikit serabut elastis dan dua lapisan tebal serabut-serabut otot polos. Lapisan dalam otot berjalan longitudinal dan lapisan luar berjalan sirkuler.




    VENA
    Setelah melalui anyaman kapiler, darah akan menuju jantung melalui vena. Semakin mendekati jantung, pembuluhnya akan semakin membesar. Dinding vena lebih tipis dan kurang elastis dari pada arteri yang didampinginya sehingga pada sediaan selalu terdapat kolaps atau memipih.

    Berdasarkan ukurannya, vena dibagi menjadi 3 macam, yaitu :
    Vena besar
    Vena sedang
    Vena kecil atau venula

    1. Vena besar
    Golongan vena ini adalah : v. Cava inferior, v. Linealis, v. Portae, v. Messentrica superior,
    v. Iliaca externa, v. Renalis, dan v. Azygos.

    Tunica Intima
    Seperti pembuluh darah lainnya, pada sebelah dalamnya dilapisi oleh sel-sel endotel. Dalam tunica intima terdapat jaringan pengikat dengan serabut-serabut elastis. Di bagian luar serabut-serabut elastis tersebut membentuk anyaman.

    Tunica media
    Biasanya sangat tipis, kadang tidak ada sama sekali. Kalau ada terdiri atas serabut-serabut otot polos sirkuler yang dipisahkan oleh serabut kolagen yang memanjang.

    Tunica adventitia
    Merupakan jaringan utama dari dinding vena dan tebalnya beberapa kali lipat dari tunica medianya. Terdiri atas berkas serabut-serabut otot polos yang memanjang dengan anyaman serabut elastis. Selain itu juga mengandung jaringan pengikat dengan serabut-serabut kolagen dan elastis yang memanjang.

    2. Vena sedang
    Pada umumnya vena ini berukuran 2 – 9 mm. Yang termasuk vena ini misalnya : v. Subcutanea, v. Visceralis, dan sebagainya.

    Tunica intima
    Sangat tipis, kalau ada strukturnya sama dengan vena besar Dengan tunica media dibatasi oleh anyaman serabut elastis.

    Tunica media
    Lebih tipis dibandingkan arteri yang didampinginya. Terdiri atas serabut otot polos sirkuler yang dipisahkan oleh serabut kolagen yang memanjang dan beberapa fibroblas.

    Tunica adventitia
    Lebih tebal dari tunica medianya dan merupakan jaringan pengikat longgar dengan berkas-berkas serabut kolagen dan anyaman serabut elastis. Kadang terdapat serabut otot polos yang longitudinal pada perbatasan dengan tunica medianya.




    3. Venula
    Beberapa kapiler yang bermuara dalam sebuah pembuluh dengan ukuran 15 – 20 mikron yang disebut venula. Dindingnya terdiri atas selapis sel endotil yang diperkuat oleh anyaman serabut retikuler dan fibroblas. Venula juga berperan dalam pertukaran zat.

    Tipe Khusus Vena

    Pada beberapa vena seperti : v. Iliaca, v. Femoralis, v. Poplitea, v. Saphena, v. Cephalica, v. Basalaris, dan v. Umbicalis terdapat serabut-serabut otot polos sirkuler atau longitudinal dalam jaringan pengikat subendotelial.

    Pada beberapa bagian dari v. Cava inferior tidak memiliki tunica media tetapi serabut-serabut otot polos longitudinal pada tunica adventitia sangat berkembang.

    Vena Pulmonalis memiliki otot polos sirkuler dalam tunica medianya sehingga menyerupai struktur arteri.

    Valvula vena

    Pada manusia biasanya terdapat sepasang katup yang saling berhadapan. Di antara valvula dan dinding vena terdapat ruangan yang disebut : sinus valvulae. Valvula ini merupakan jaringan pengikat tipis yang ditutupi pada kedua sisinya oleh endotil sebagai lanjutan dinding vena.
    Endotel yang menutup sisi yang menghadap lumen teratur memanjang sedang pada sisi yang menghadap dinding teratur melintang.

    Ada beberapa hubungan antara arteri dan vena diantaranya:

    1. Melalui kapiler, yang terdapat paling banyak ialah setelah arteriola bercabang-cabang menjadi kapiler kemudian ditampung dalam venula yang selanjutnya menjadi vena.

    2. Melalui sistim portal, anyaman kapiler yang kemudian ditampung dalam pembuluh yang strukturnya seperti vena kemudian menjadi kapiler lagi sebelum ditampung dalam venula.

    3. Anastomisis arterovenosa, ujung arteriola dihubungkan langsung dengan vena tanpa melalui anyaman kapiler. Dinding anastomosis ini biasanya tebal dan muskuler dengan banyak syaraf vasomotoris.

    4. Glomus, terdapat di ujung-ujung jari dan telinga. Terdapat anastomisis arterovenosa yang bercabang-cabang dan berkelok-kelok dengan sel-sel otot polos yang tersusun epiteloid. Banyak mengandung syaraf simpatis.

    Carotid body dan aortic body
    Carotid body merupakan bangunan kecil yang pipih, terdapat pada percabangan a. Carotis communis. Bangunan ini merupakan khemoreseptor yang terangsang oleh penurunan kadar O2 atau kenaikan kadar CO2 hingga dapat untuk pengaturan pernafasan. Bangunan ini sangat vaskuler, terdiri atas susunan sel epiteloid yang pucat ditembusi oleh kapiler dengan endotil yang berlubang.

    Aortic body mempunyai struktur mirip carotid body dan terdapat antara
    a. Subclavia dextra dan a. Carotis dextra dan yang di sebelah kiri dekat pangkal
    a. Subclavia sinistra.

    JANTUNG

    Jantung merupakan bangunan yang berongga berdinding muskuler tebal. Dinding jantung baik atrium dan ventrikulus terdiri atas 3 lapisan utama yaitu :
    Endocardium
    Myocardium
    Epicardium

    Endocardium

    Selain melapisi atrium dan ventriculus, endocardium juga melapisi struktur-struktur yang terdapat dalam jantung seperti valvula, chorda tendinae, dan m. pipillaris. Ketebalan endocardium berbanding terbalik dengan ketebalan myocardium yang dilapisi.
    Endocardium terdiri atas 3 lapis yaitu :
    Lapisan dalam, ditutupi oleh endotel, terdiri atas jaringan pengikat halus dan malanjutkan diri pada tunica intima pembuluh darah yang meninggalkan jantung
    Lapisan tengah, merupakan lapisan yang paling tebal, terdiri atas jaringan pengikat padat yang mengandung banyak serabut elastis dan kadang-kadang serabut kolagen yang sejajar dengan permukaan.
    Lapisan luar, jaringan pengikat yang tidak teratur mengandung pembuluh darah Terdapat serabut-serabut otot jantung khusus yang disebut serabut Purkinye yang termasuk sistim konduksi.

    Myocardium

    Myocardium atrium lebih tipis dari ventriculus. Berkas-berkas serabut otot jantung yang merupakan sisa-sisa semasa embrio diketemukan sebagai tonjolan-tonjolan di permukaan dalam sebagai trabeculae carneae. Serabut elastis di antara serabut otot jantung terdapat di dinding ventriculus, sedang di dinding atrium terdapat lebih banyak serabut elastisnya. Jaringan pengikat di antara berkas-berkas otot jantung banyak mengandung serabut retikuler.

    Epicardium

    Jantung terdapat dalam sebuah kantung lembaran jaringan pengikat yang disebut pericardium. Pericardium tersebut terdiri atas 2 bagian yaitu :
    Lamina visceralis yang langsung menempel pada myocardium disebut pula epicardium. Pada permukaan bebasnya ditutupi oleh sel-sel mesotil dan dibawahnya terdapat jaringan pengikat tipis yang mengandung serabut elastis, pembuluh darah dan serabut saraf.
    Lamina parietalis, berbentuk sebagai membrana serosa yang terdiri atas jaringan pengikat tipis mengandung serabut elastis, kolagen, fibroblas dan makrofag.
    Kedua lembaran pericardium ini saling berhubungan membatasi ruangan yang sempit disebut cavum pericardii.




    Rangka Jantung

    Untuk tempat pelekatan valvula dan otot-otot jantung terdapat bangunan jaringan pengikat padat yang disebut rangka jantung.

    Bagian-bagian utama : trigonum, fibrosum, annulus, fibrosus yang melingkari lubang antara atrium dan ventriculus, dan septum memranaceum.
    Katup Jantung

    Tiap valvula atrioventricularis merupakan lembaran jaringan pengikat yang berpangkal pada annulus fibrosus. Pada kedua permukaan katup dilapisi oleh endocardium.

    Pada tepi valvula banyak sekali perlekatan berkas serabut-serabut kolagen yang ditutup oleh endocardium tipis dan berpangkal pada ujung m. pipillaris yang dinamakan chordar endinea

    Sistem Konduksi Jantung

    Impuls yang berpangkal dari nodus sino atrialis (merupakan pace maker jantung) akan menggiatkan otot atrium kemudian disebarkan sampai nodus atrioventricularis. Lalu diteruskan oleh berkas-berkas otot jantung khusus ke otot-otot jantung di ventrikulus dan menyebar ke seluruh bagian ventriculus.
    Serabut otot jantung khusus ini merupakan suatu sistim konduksi dan disebut serabut Purkinje yang terlihat mirip otot jantung dengan inti di tengah dan terlihat adanya garis-garis melintang. Perbadaannya adalah pada serabut Purkinje yang lebih besar dan myofibril terdesak ke tepi. Bagian tengah diisi oleh glikogen dan terlihat pula desmosom dan tight junction di antara sel-sel yang berdekatan.

    PEMBULUH LIMFE

    Pembuluh limfe yang terkecil disebut kapiler limfe yang dimulai dengan ujung buntu untuk menampung cairan limfe dari selah-selah jaringan. Kapiler-kapiler ini bersatu menjadi pembuluh yang lebih besar dan akhirnya pembuluh yang terbesar akan bermuara di vena. Aliran limfe tidak merupakan peredaran tertutup. Berhubungan dengan sistim peredaran limfe ini ialah: ruangan-ruangan serosa, celah-celah di sekitar selaput otak, ruangan dalam mata, spatium Tenoni di sekitar bola mata, ruangan auris interna, ventriculi, dan canalis dalam SSP.

    Kapiler Limfe

    Kapiler limfe berdinding tipis dengan kapiler lebih besar dari kapiler darah. Biasanya anyaman kapiler limfe berada bersama dengan anyaman kapiker darah.
    Kapiler limfe mulai dengan ujung buntu yang berbentuk bulat. Terlihat dalam membrana mucosa intestinum sebagai “central lacteal” yang terdapat di villus intestinalis.
    Dinding kapiler limfe dibentuk oleh selapis sel endotil. Kapiler limfe tidak diperkuat oeh sel lain seperti perisit pada kapiler darah.



    Pembuluh Limfe

    Beberapa kapiler limfe akan berkumpul dalam pembuluh limfe yang lebih besar dengan dinding yang lebih tebal.

    Tunica intima
    Terdiri atas el-sel endotel dengan di bawahnya selapis tipis anyaman serabut elastis yang berjalan longitudinal.

    Tunica media
    Terdiri atas sel-sel otot polos yang berjalan sirkuler dengan beberapa serabut elastis.

    Tunica adventitia
    Merupakan lapisan dinding yang paing tebal, terdiri atas anyaman serabut-serabut kolagen dan elastis dan berkas-berkas otot polos.

    Ductus thoracicus dan pembuluh limfe besar

    Semakin mendekati jantung, pembuluh limfe akan bertambah besar begitu pula dindingnya. Semua pembuluh limfe akan bermuara dalam 2 buah pembuluh limfe utama ialah : ductus lymphaticus dexter dan ductus thoracicus

    Ductus lymphaticus dexter lebih kecil dan menampung limfe dari bagian atas tubuh sebelah kanan dan biasanya bermuara pada vena anonyoma dextra pada persatuan v. Jugularis interna dan v. subclavia dextra.

    Ductus thoracicus akan menampung limfe dari bagian tubuh yang belum tertampung oleh ductus lymphaticus dexter. Pembuluh tersebut bermuara pada pertemuan v. jugularis interna sinistra dan v. subclavia sinistra.

    Tunica intima
    Dilapisi sel-sel endotil terdiri atas beberapa lapis serabut kolagen dan elastis. Tampak kondensasi serabut elastis membentuk batas mirip membrana elastica interna.

    Tunica media
    Tebal dengan serabut-serabut otot polosnya dan lapisan-lapisan dinding yang tidak begitu jelas.

    Tunica adventitia
    Tersusun oleh serabut-serabut kolagen dan elastis yang memanjang dengan beberapa serabut otot polos yang memanjang pula. Dinding pembuluh limfe besar dilengkapi dengan pembuluh darah seperti vasa vasorum pembuluh darah besar.


  • istillah dalam anatomi pada hewan

    0

    Anatomi
    1. Mempelajari bentuk Dan struktur tubuh
    2. Anatomi kuda = hippotomi
    3. Anatomi anjing = kinotomi
    4. Ilmu pertulangan =oesteologi
    5. ilmu persendian = syndesmologi
    6. pendekatan topografis bermakna = letak / arah
    7. ilmu jaringan = histology
    8. ilmu sel = sitologi
    9. perkembangan mudigah =embryologi
    10. latin kuda = eguidae
    11. sapi = bovidae
    12. domba = origidae
    13. kambing = orisovidae
    14. Babi = swidae
    15. Anjing = canidae
    16. Kucing =felis
    17. Monyet = maccaca
    18. Ayam =galus
    19. Manusia = human, homo
    Petunjuk arah berlaku secara umum untuk tubuh adalah..
    20. Atas = dorsal
    21. Depan =cranial
    22. Bawah = ventral
    23. Belakang = caudal
    24. Kepala = skull
    Yang berlaku untuk daerah kepala adalah……….
    25. Tengkuk =nuchal
    26. Mulut =oral
    27. Dagu =mentum
    28. Rahang bawah = mandibula
    29. Rahang atas = maxilla
    30. Langit-langit = palatinum
    31. Hidung = nasal
    32. Mata = orbital
    33. Dahi = frontal
    34. Pelipis = temporal
    35. Telinga = auricula
    36. Lidah = hyoideum
    37. Gigi = dentes
    38. Air mata = lacrimale
    39. Depan = anterior
    Inti lain yang berupa exremitas cranialis
    40. Bagian atas = proximal
    41. Belakang telapak tangan = volar
    42. Luar = lateral
    43. Dalam = medial
    44. Siku =
    Bagian extremitas caudalis
    45. Bagian bawah =distal
    46. Belakang telapak kaki = plantar
    47. Luar = lateral
    48. Dalam = medial
    49. Lutut = patella
    Kelompok utuh tulang leher = os cervicalis
    50. Punggung = os vertebrae thoracis
    51. Pinggang = os vertebrae lumbalis
    52. Kemudi = sacrales
    53. Ekor = coxigae
    54. Iga = costae
    55. Dada = sternum
    56. Belikat = scapula
    57. Kuku =digiti
    Sebutan untuk satu tulang
    58. Badan tulang =corpus
    59. Leher = collum
    60. Kepala = caput
    61. Mata kaki = tarsus
    62. Katrol =thro
    63. Taju =processus
    64. Pinggir = margo
    65. Permukaan = facies
    66. Lekukan = fossa
    67. Lubang = foramen
    68. Ruang antar tulang = tatium
    69. Tulang rawan = cartilago
    70. Jaringan ikat =
    71. Warna putih = alba
    72. Hitam = nigra
    Contoh tulang tengkorak kuda
    73. Persendiaan diarthrosis = malabula
    74. Os = lubang/tulang
    75. Tertanam gigi pada alveolus = ghomposis
    76. Tulang leher pertama yg mmbentuk persendian articulation = atlanto-ocapitalis
    77. Gerakannya termasuk = rotatio
    78. Tulang leher kebelakang membentuk persendian articulation = atlanto-axialis
    79. Persendian collumna vertebrae termasuk = ompianthrosis
    80. Trunci sapi dikenal dengan istilah =
    81. Kaki depan Articulation = synrarcosis
    82. Kaki belakang articulation = tarso cluralis
    83. Tanduk sapi = cornualis
    84. Pada monyet =
    85. Pada ayam =clavucula
    86. Jumlah tulang terbanyak ada pada hewan = kuda
    87. Sapi tidak memiliki incisivus maxilaris
    88. ICPM pada anak sapi = i
    89. Pada diriku =
    90. Ayam merupakan hewan ternak yang sering digunakan dalam kegiatan ibadah
  • penghayatan provesi veteriner

    1
    NAMA : RESTU ILHAM
    NIM : 1009005121
    TUGAS : Profesi Penghayatan Veteriner
    KELAS : B

    1. Dari mana anda mendapatkan Info fakultas kedokteran hewan Universitas udayana, apa motivasi anda, dan bagaimana kiat anda menyelesaikannya!
    Jawab:
    Sejujurnya dulu saya tidak tahu tentang apa pun tentang unud. Tapi pada waktu saya kelas 3 SMK kakak kelas saya yang kuliah di FKH unud 08 bercerita bahwa dia sedang kuliah di Bali. Pada waktu itu saya belum tahu nama universitasnya itu lagi,yang saya tahu hanya kakak itu kuliah di Bali saja.
    Pada waktu saya lulus ujian UN dan mempersiapkan diri untuk SNMPTN, saya mulai mencari informasi tentang universitas di Indonesia yang ada FKHnya. Dari internet lah saya tahu bahwa nama Universitas di Bali adalah Universitas Udayana. sebenarnya saya dulu sudah dapat PMDK di universitas andalas padang fakultas peternakan. tapi itu saya kesamping kan dulu demi untuk mendapatkan FKH Unud.
    MOTIVASI MENYELESAIKAN STUDI DI FKH UNUD
    • Saya masuk FKH Unud karena saya ingin menjadi dokter hewan yang mampu melakukan pemeriksaan, diagnosa penyakit hewan dengan baik, melakukan pencegahan penyakit menular karena pada umum nya penyakit berbahaya kebanyakan berasal dari hewan.
    • Saya ingin mengubah imej dokter hewan yang jelek di tengah masyarakat, masyarakat sering menganggap pekerjaan dokter hewan itu rendahan. Maka saya ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa pekerjaan dokter hewan bukan lah pekerjaan biasa dan jauh lebih baik dari pekerjaan lain.
    • Dengan adanya dorongan dan dukungan dari orang tua mellihat prospek kedokteran hewan di masa yang akan datang menjadi motivasi tersendiri bagi saya untuk menatap masa depan yang lebih cerah.

    KIAT MENYELESAI KAN STUDI DI FKH UNUD
    Kiat saya untuk menyelesaikan kuliah di kedokteran hewan ini, yaitu belajar lebih giat,belajar dengan serius,belajar dengan tekun, dan tidak lupa berdo’a kepada Tuhan Yang Maha Esa.

    2.Apa yang anda pilih setelah menamat kan studi di FKH unud:
    a) Kewenangan medis
    b) Kewenangan veteriner
    c) Keduanya(A dan B)

    Jawab:
    Saya bersedia di tempat kan di mana saja dan posisi apa saja,yang penting sesuai dengan pendidikan dan kemampuan saya. Kalau disuruh memilih, saya lebih memilih menjadi pegawai negeri ataupun pegawai swasta setelah menamatkan studi di FKH unud, karena dari dulu saya bercita – cita menjadi pegawai negeri ataupun pegawai swasta,seperti di dinas2 peternakan,peternakan dalam skala besar, Breeding farm, karantina hewan, kesmavet, dan di instansi – instansi yang membutuh kan jasa Dokter Hewan.mungkin pekerjaan itu lebih mencolok ke kewenangan medis,
    Tapi saya akan melakukan kewenangan veteriner seperti dengan membuka praktek dokter hewan, atau membuka tempat karantina hewan sendiri, membuka balai IB, dan membuka peternakan dalam skala kecil – kecilan maupun besar – besaran. Usaha – usaha itu merupakan kewenangan veteriner


    3. Jelas kan apa yang anda ketahui tentang KESRAWAN?
    Jawab:
    KonsepKesejahteraan Hewan :

    - Animallium Homnique Saluti
    - “Manusya Mriga Satwa Sewaka”
    Makna Filosofis : Pengelolaan Hewan Untuk Kesejahteraan Manusia

    5 PRINSIP KEBEBASAN HEWAN

    1. Bebas dari rasa haus dan lapar;
    2. Bebas dari rasa tidak nyaman;
    3. Bebas dari rasa nyeri, celaka dan penyakit;
    4. Bebas mengekspresikan tingkah laku secara normal ;
    5. Bebas dari rasa sakit dan stress

    KESEJAHTERAAN HEWAN (KESEJAHTERAAN HEWAN)

    1. Perlakuan hewan secara wajar, alami dan terkendali dalam kerangka perlindungan hewan dari tindak semena-mena manusia.
    2. Sudut pandang nilai kemanusiaan Anthropometri : KURANG TEPAT.
    3. Tujuan Kesejahteraan hewan pada hakekatnya untuk kesejahteraan manusia, khususnya hewan produksi terkait dengan produk pangan ASUH.
    Kehidupan di alam suatu EKOSISTEM ( manusia, flora, fauna dan lingkungan) : Saling Ketergantungan (interdependency) dan Saling Keterkaitan (Interrelationship).
    Issu perdagangan bebas yang harus disikapi :
    • Isu HAM
    • Isu lingkungan
    • Animal welfare (Kesrawan)
    Bioetika : Perilaku manusia terhadap suatu obyek (makhluk hidup) yang didasari dengan landasan nilai-nilai manusiawi (cipta, rasa dan karsa)terhadap berbagai masalah yang timbul sebagai implikasi negatif dari kemajuan teknologi.
    Penyimpangan ”HUKUM ALAM” karena kecenderungan manusia untuk semena-mena bila berkuasa atas nasib makhluk lain baik sesama manusia ataupun hewan.

    Kebijakan Penerapan Kesrawan

    Penerapan KESRAWAN (hewan produksi) dalam penyediaan daging (ideal) : mulai dari peternakan sampai penyembelihan

    Tujuan penerapan KESRAWAN dalam penyediaan daging:
    1. Sesuai dengan konsep “Halalan dan Thoyyiban”.
    2. Menghasilkan daging yang berkualitas baik, aman dan layak serta berdaya saing tinggi.
    3. Memenuhi tuntutan masyarakat kesejahteraan hewan internasional (perdagangan bebas).

    KEGIATAN PEMBINAAN KESRAWAN

    1. Sosialisasi nilai Kesejahteraan Hewan kepada petugas pengelola hewan / ternak.
    2. Fasilitasi dalam penerapan teknis kesrawan khususnya di RPH.
    3. Advokasi konsumen terhadap produk pangan yang berasal dari hewan yang bebas dari perlakuan tidak wajar disaat hidupnya.
    4. Penyusunan peraturan perundangan dan pedoman praktis penanganan hewan.

    Pengaruh Kesrawan Terhadap Kualitas Daging

    Makna penerapan KESRAWAN dalam penyediaan daging :
    1. Sesuai dengan konsep “Halalan dan Thoyyiban”.
    2. Menghasilkan daging yang berkualitas baik, aman dan layak konsumsi.
    3. Memenuhi perlakuan hewan secara ikhsan.

    PROSES PENYEMBELIHAN
    A. Penyembelihan hewan dilaksanakan dengan mempedomani hukum agama khususnya Islam agar memenuhi standar kehalalan guna menjamin ketentraman batin konsumen à Indonesia
    B. Penyembelihan dilakukan dengan pisau yang tajam pada bagian ventral leher (8-10 cm di belakang lengkung rahang bawah) sehingga trachea, vena jugularis - arteria communis dan oesophagus terpotong sekaligus.
    C. Perlakuan lebih lanjut pasca penyembelihan dilakukan apabila hewan mati sempurna à reflek kelopak mata

    PENYEMBELIHAN HEWAN

    Prinsip penyembelihan mempersingkat penderitaan hewan, mempercepat proses kematian.
    Proses penghayatan (niat & konsentrasi) bagi pelaksana momentum ibadah.
    Hilangnya respon otak (referens)
    2 a. Carotis + v. jugularis à 14 detik
    2 v. jugularis à 70 detik
    Jantung yg diinduksi listrik à 298 detik
    Cardiac arest à 28 detik
    Mati Sempurna : Kematian fungsi otak hilangnya respon reflek palpebrae / kelopak mata.
    Proses Pengulitan & Pengeluaran Jeroan :
    Sebelum proses pengulitan, dilakukan pengikatan saluran makanan (oesofagus) dan anus agar isi lambung dan usus tidak mencemari daging.

    PEMERIKSAAN POST MORTEM

    - Pemeriksaan postmortem harus segera dilakukan setelah hewan disembelih. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter hewan atau juru uji daging atau petugas teknis yang telah mendapatkan pelatihan tentang meat inspector.
    - Pemeriksaan postmortem lebih diutamakan pada kelainan organ yang spesifik.
    Untuk mendapatkan daging yang “Halalan Thoyyiban” diperlukan :
    1. Persyaratan hewan sembelih
    - Merupakan jenis hewan yang memenuhi persyaratan potong.
    - Hewan sehat yang dinyatakan dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan.
    2. Persyaratan Juru Sembelih
    - Memahami dan menerapkan kaidah aspek kehalalan, aspek kesejahteraan hewan dan teknis higiene-sanitasi.
    3. Persyaratan Prosedur
    - Penyembelihan sesuai dengan syariah Islam dan memenuhi aspek kesejahteraan hewan.
    - Dilakukan pemeriksaan ante-mortem dan post-mortem oleh dokter hewan berwenang.
    - Penanganan daging sesuai aspek higiene sanitasi.

    PENGERTIAN ASUH:

    Aman: Tidak mengandung bahaya biologis, kimiawi dan fisik atau bahan-bahan yang dapat mengganggu kesehatan manusia.
    Sehat: Mengandung bahan-bahan yang dapat menyehatkan manusia (baik untuk kesehatan).

    I. Kategori Kesrawan Ternak, Hewan Kesayangan, dan Hewan Liar.
    Kesejahteraan hewan merupakan suatu usaha yang timbul dari kepedulian kita sebagai manusia untuk memberikan lingkungan yang sesuai untuk hewan. Sehingga dapat meningkatkan kwalitas hidup dari hewan tersebut, khususnya bagi hewan yang terikat dan terkurung. Didalam animal welfare atau kesejahteraan hewan terdapat lima kebebasan yang harus dimiliki oleh setiap hewan untuk dapat hidup dan berproduksi dengan baik, yaitu : 1. Bebas dari rasa haus dan lapar, 2. Bebas dari rasa panas dan tidak nyaman, 3. Bebas dari luka, sakit dan penyakit, 4. Bebas mengekspersikan perilaku alaminya, 5. Bebas dari rasa takut dan penderitaan.
    A. Kesrawan Ternak
    Kategori kesrawan dari hewan ternak, secara meliputi
    1. Sistem produksi
    2. Cara pemeliharaan
    3. Mutilasi
    4. Pengangkutan
    5. Pasar hewan
    6. Rumah potong dan Pemotongan yang halal.
    Hal-hal tersebut merupakn sesuatu yang harus diperhatikan dalam kaitannya dengan animal welfare. Yang jelas dalam hal memenuhi kesejahteraan hewan ternak, maka harus memenuhi beberapa hal diantaranya adalah :

    ~ Tempat tinggal hewan ternak
    Tempat tiggal hewan ternak sebaiknya tersedia dua areal, terbuka dan tertutup. Areal terbuka berfungsi sebagai tempat hewan melakukan aktifitasnya disiang hari. Sedangkan areal tertutup berfungsi sebagai tempat beristirahat hewan di malam hari. Sesuai dengan fungsinya, areal terbuka ini hendaknya tersedia cukup luas sesuai dengan jenis dan jumlah individu serta perilaku hewan yang dipelihara. Karena hewan ternak lebih banyak menghabiskan harinya di areal ini, hendaknya fasilitas harian tersedia di areal ini, misalnya kotak makan, shelter untuk berteduh bagi jenis-jenis mamalia, dan tanah yang gembur untuk mengorek-ngorek tanah bagi beberapa jenis unggas. Selain itu, luasnya areal ini juga dapat menolong hewan–hewan yang ingin menyelamatkan diri apabila terjadi perkelahian.
    ~ Pakan dan Pola pakan
    Hal ini sangat penting karena daerah jelajah hewan ternak tersebut terbatas maka ruang gerak hewan untuk mencari makan sendiri juga terbatas. Oleh karena itulah pemilik hewan ternak harus tahu kapan waktu yang tepat untuk memberi makan dan minum hewan. Pemberian pakan hewan ini harus diatus sedemikian rupa agar hewan tidak kelaparan dan juga pemberian pakan tidak berlebihan agar satwa tidak tersiksa karena kekenyangan. Pemberian pakan sebaiknya tersebar di banyak tempat. Hal ini untuk menghindari terjadinya perkelahian karena berebut makanan. Selain itu perlu juga diperhatikan pakan hewan yang sesuai dan variasi menu harian agar hewan mendapat asupan gizi yang seimbang.
    ~ Sakit dan Penyakit
    Hewan tidak boleh menderita sakit terlalu lama karena luka atau penyakit. Bila sudah muncul indikasi satwa tidak berperilaku seperti biasa, segera hubungi petugas pemeriksa kesehatan hewan (dokter hewan). Kondisi kandang juga harus diperhatikan sedemikian rupa agar tidak berpotensi melukai hewan, misalnya adanya paku atau kawat yang tidak terpasang secara aman. Pemeriksaan berkala pada hewan juga perlu dilakukan. Hal ini untuk mencegah terjadinya penularan dan penyebaran penyakit serta terjadinya kerugian akibat hewan yang mati karena sakit. Dan lingkungan tempat hewan tinggal juga harus bersih (Anonim, 2009).
    B. Hewan Kesayangan
    Hewan kesayangan atau pets animal juga mempunyai beberapa kategori yang harus diperhatikan jika mempunyai hewan-hewan ini diantaranya adalah :
    1. Tanggung jawab pemilik
    2. strategi depopulasi
    3. implikasi penyakit zoonotik
    4. mutilasi untuk pameran
    5. pet shop
    6. perdagangan exotic pet
    7. aquatic animals.
    C. Hewan Liar
    Pada hewan liar ini, kategori anaimal welfare dapat dilaksanakan sesuai dengan :
    1. rehabilitasi,
    2. konservasi,
    3. kebun binatang,
    4. taman safari hewan liar.
    Hal-hal ini harus benar-benar diperhatikan dalam menangani kasus animal welfare
    Jika pada kebun binatang, maka satwa tersebut harus dipenuhi kebutuhannya agar tidak melanggar kesejahteraan hewan atau animal welfare.


    ~ Kandang
    Kandang harus didesain sesuai dengan kebutuhan biologis dan perilaku satwa. Dan dapat membuat satwa merasa nyaman, aman dan mereka harus didorong untuk dapat melakukan gerakan khusus sesuai dengan kecenderungan gerakan dan perilaku species tersebut
    ~ Ruang
    Ruang adalah pertimbangan kritis dalam mengandangkan satwa. Ukuran kandang dari hampir semua kebun binatang ditentukan oleh ketersediaan ruang serta dana, dan bukan pada kebutuhan biologi dan perilaku satwa itu sendiri. Oleh karena itulah kebanyakan kebun binatang menyediakan ruang yang cenderung sempit daripada yang seharusnya.
    ~ Pagar Pembatas
    Seperti semua aspek desain dan manajemen kandang, pagar pembatas perlu dipastikan bahwa pagar pembatas tersebut berisi semmua satwa yang ada dalam kandang yang harus merasa aman dan efektif. Beberapa kebun binatang juga membatasi satwa didalam kandangnya, seperti gajah yang sering dirantai disalah satu kaki depannya dan kaki belakangnya. Mengekang satwa dengan cara merantai atau menambatkannya dapat mengarah pada frustasi dan kebosanan karena satwa dihalangi usahanya untuk bergerak dan bersikap normal. Gajah atau satwa lainnya tidak boleh dirantai atau ditambatkan dalam waktu yang lama.
    ~ Substrat (Bahan Kandang)
    Lantai semen, campuran semen pasir dalam air (cetakan bahan semacam semen) dan tanah liat (tanah yang dipadatkan mirip semen) tidak dapat dipakai. Ketika permukaan yang keras mungkin lebih disukai menurut sudut manajemen satwa sebab model permukaan lantai yang keras relatif mudah dibersihkan dan mencegah satwa menggali dalam kandangnya, jenis permukaan kandang seperti ini berlawanan dengan perawatan satwa yang baik. Permukaan yang keras dapat menyebabkan satwa merasa tidak nyaman atau secara fisik membahayakan satwa, menambah muatan panas yang dialami oleh satwa dengan radiasi panas dalam cuaca panas dan dengan cepat berubah menjadi dingin dalam waktu yang cepat; jelas membosankan; dan menghalangi pendidikan masyarakat karena menyajikan satwa dalam situasi yang jauh dari konteks ekologi alaminya.
    ~ Sarana Pelengkapa Lingkungan Kandang
    Sarana pelengkap dalam lingkungan kandang seringkali dipuji sebagai suatu solusi atas berbagai macam masalah yang berhubungan dengan perilaku satwa di kebun binatang dan yang kadang – kadang sering dianggap sebagai tujuan yang tidak jelas oleh manajemen kebun binatang. Padahal, hal ini justru bisa menjadi strategi yang berguna untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan satwa di kebun binatang, maka seharusnya memberi pemenuhan sarana pelengkap dalam lingkungan kandang itu bisa menjadi sesuatu yang bisa diandalkan. Pemenuhan sarana pelengkap dalam lingkungan kandang adalah suatu mekanisme untuk mengimbangi masalah sistem perkandangan dan perawatan satwa. Hal ini lebih berhubungan dengan gejala – gejala dari masalah yang timbul dibandingkan dengan akar penyebab masalah itu sendiri. Sarana pelengkap dalam lingkungan kandang seringkali dipuji sebagai suatu solusi atas berbagai macam masalah yang berhubungan dengan perilaku satwa di kebun binatang dan yang kadang – kadang sering dianggap sebagai tujuan yang tidak jelas oleh manajemen kebun binatang. Padahal, hal ini justru bisa menjadi strategi yang berguna untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan satwa di kebun binatang, maka seharusnya memberi pemenuhan sarana pelengkap dalam lingkungan kandang itu bisa menjadi sesuatu yang bisa diandalkan. Pemenuhan sarana pelengkap dalam lingkungan kandang adalah suatu mekanisme untuk mengimbangi masalah sistem perkandangan dan perawatan satwa. Hal ini lebih berhubungan dengan gejala – gejala dari masalah yang timbul dibandingkan dengan akar penyebab masalah itu sendiri.
    ~ Variasi Makan
    Strategi dalam penyediaan makanan yang bervariasi dan disesuaikan dengan kebutuhan satwa adalah faktor yang penting dalam program pengkayaan makanan bagi kesejahteraannya. Umumnya setiap spesies memiliki aktifitas pengenalan makanan dan mewakili suatu prosentase penting dalam rutinitas harian mereka. Dalam kenyataannya proses pengenalan makanan sangat penting bagi hampir semua satwa dengan evolusi perilaku dan sifat fisik khusus yang dimiliki oleh kebanyakan spesies yang lebih menyukai pengenalan makanan daripada aktifitas lainnya.
    ~ Tempat bersembunyi dan privasi
    Menampilkan satwa tetapi tidak mampu memenuhi privasi mereka dapat menyebabkan konsekuensi gangguan secara psikologi dan perilaku. Satwa yang dipaksa untuk tampil di dalam kandang yang akan dikunjungi penonton mungkin akan menderita stress yang kronis yang dapat dengan cepat akan mencapai tingkat yang tidak dapat ditangani lagi. Hal ini bahkan akan menjadi lebih buruk ketika desain kandangnya memungkinkan pengunjung untuk melihat secara dekat satwa dari daerah untuk menonton satwa yang tinggi atau ketika pengunjung yang menonton dimungkinkan untuk mengamati satwa dari segala arah, apalagi yang berada disekitar mereka.
    ~ Kondisi Lingkungan
    Kesejahteraan satwa berdasarkan pada kemampuan satwa untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang berubah-ubah tanpa mengalami penderitaan. Jadi semua satwa yang dikurung seharusnya memiliki kondisi temperatur, kelembaban, cahaya dan ventilasi yang sesuai dengan kebutuhan biologi dan perilaku mereka.
    ~ Air minum
    Semua kandang harus dilengkapi dengan suplai air minum yang segar setiap waktu. Dalam situasi pengelompokan tempat tinggal satwa, tiap kandang seharusnya terdiri dari tempat minum dalam jumlah yang cukup untuk menghindari satwa dominan memonopoli akses ke tempat minum. Dalam cuaca dingin, air minum harus disajikan dalam bentuk yang tidak bisa menjadi beku (Anonim, 2009 (b)).
    II. Sanksi dan Pelanggaran Kesrawan
    Menurut UU nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, pelaku perdagangan satwa dilindungi bisa dikenakan ancaman hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta.
    UU Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan ekosistemnya. Tersangka bisa dijerat dengan Pasal 21, ayat 2, huruf b dan d yang berbunyi setiap orang dilarang untuk menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati dan memperniagakan, menyimpan, atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang terbuat dari bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia.
    Sedangkan pada UU Nomor 5 Tahun 1990 pasal 22 ayat 2 huruf a,c,e bahwasannya setiap orang dilarang a. menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup; b. mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia; c. mengambil, merusak, memusnahkan, memperniagakan, menyimpan atau memiliki telur dan/atau sarang satwa yangdilindungi. Dan bila yang melanggar akan dikenakan sanksi pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah). Sesuai dengan pasal 39 ayat 4 (Anonim. 2009 (c)).Serta dalam KUHP 302 bisa menjerat pelaku kejahatan terhadap hewan ini mendapatkan kurungan penjaran maksimal selama 9 bulan (Anonim, 2008)

  • Copyright © - Dokumen Pribadi Seorang Dokter Sapi

    Dokumen Pribadi Seorang Dokter Sapi - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan